Minggu, 28 Januari 2018

Bukit Gede Dijadikan Wisata Paralayang, Penasaran?

Sebuah bukit di Ponorogo rencananya akan dijadikan tempat pariwisata paralayang. Bukit Gede yang ada di Desa Tatung, Kecamatan Balong, ini memiliki ketinggian 265 mdpl. Jika memang benar-benar dijadikan wisata paralayang, maka Bukit Gede benar-benar dijadikan tempat wisata baru.

Berjarak 20 km dari pusat Kota Ponorogo, bukit yang berada di selatan kota ini menawarkan pemandangan alam pegunungan yang khas. Selain itu, bukit ini juga dinilai aman dan paling cocok untuk wisata paralayang di Bumi Reog.



Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno menuturkan Bukit Gede merupakan lokasi yang tepat wanawisata paralayang. Nantinya, diharapkan bisa menjaring atlet paralayang dari Ponorogo.

"Dukungan dari masyarakat, Pemprov Jatim dan Lanud ke depan segera terwujud wisata baru untuk paralayang," tuturnya kepada detikcom saat pengecekan lokasi paralayang di Bukit Gede, Senin (29/1/2018).

Soedjarno berharap masyarakat bersama pihak terkait bisa mendukung terwujudnya wisata baru ini. Dengan cara, kerja bakti atau swadaya masyarakat untuk mempermudah akses menuju wilayah take off.

"Kan tadi banyak batu-batu besar, itu supaya dipecah biar mudah aksesnya ke wilayah take off," jelasnya.

Disinggung soal anggaran, Wabup mengaku prosesnya melalui Koni atau Dinas Pemuda dan Olahraga. Tidak bisa serta merta dana bisa turun.

Sementara Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiharto menuturkan awal muncul ide untuk olahraga paralayang ini sejak akhir tahun 2017 lalu. "Singkat cerita, tanggal 21 Januari 2018 kemarin ada pengurus paralayang dari pemprov survei dan ternyata tempat ini layak digunakan," ujarnya.

Menurutnya, Bukit Gede termasuk bukit unik karena bisa dijadikan tempat paralayang di setiap musim. "Hasil survei dari semua tim menyatakan bahwa Bukit Gede layak dan unik untuk dijadikan wisata paralayang karena cocok di semua musim," terangnya.

Meski wisata yang rencananya akan dibuka Agustus mendatang, Rudi mengaku masih ada beberapa kendala yang harus diperbaiki mulai dari akses jalan naik menuju tempat take off dan tempat landing perlu pembenahan karena kebanjiran.

"SDM juga untuk masyarakat supaya tahu bagaimana mengelola tempat wisata," imbuhnya.

Rudi menambahkan rencananya tempat wisata ini dibuka untuk umum. "Kalau harga kami juga masih belum bisa menentukan," pungkasnya. 
Load disqus comments

0 komentar