Rabu, 04 Maret 2009

Anthony Flew meninggalkan ATEISnya

"Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya, saya ingin
berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya
lakukan." (Anthony Flew)

Surat-surat kabar saat ini mengulang perkataan Anthony Flew yang
dipenuhi penyesalan ini. Di masanya, Anthony Flew adalah filsuf ateis
terkenal. Sebagai seorang profesor filsafat asal Inggris yang kini
berusia 81 tahun, Anthony Flew memilih menjadi ateis di usia 15 tahun,
dan pertama kali memunculkan namanya sendiri di dunia akademis dengan
sebuah karya yang terbit di tahun 1950. Selama 54 tahun kemudian, ia
mendukung ateisme sebagai pengajar di universitas Oxford, universitas
Aberdeen, universitas Keele dan universitas Reading, di banyak
universitas di America dan Kanada yang ia kunjungi, dalam berbagai
debat, di buku-buku, di ruang-ruang kuliah dan dalam
tulisan-tulisannya. Namun baru-baru ini, Anthony Flew telah
mengumumkan bahwa ia telah meninggalkan kekeliruan ini dan menerima
bahwa alam semesta telah diciptakan.

Penyebab utama dari perubahan pandangan yang sangatmendasar ini
adalah bukti jelas dan pasti yang diungkap ilmu pengetahuan tentang
penciptaan. Setelah mengetahui kerumitan makhluk hidup yang didasarkan
pada keberadaan informasi, Anthony Flew menyadari bahwa asal usul yang
sesungguhnya dari kehidupan adalah rancangan cerdas (intelligent
design) dan bahwa ateisme yang telah dianut dan dipertahankannya
selama 66 tahun adalah filsafat yang telah terbantahkan.

Anthony Flew mengemukakan alasan-alasan ilmiah yang mendasari
perubahan keyakinan ini dalam ungkapan berikut:

"Berdasarkan tingkat kerumitan yang hampir tak dapat dipercaya
dari penataan yang dibutuhkan untuk memunculkan [kehidupan],
penelitian para pakar biologi terhadap DNA telah menunjukkan bahwa
suatu kecerdasan pastilah telah ikut campur tangan." (1)

"Sudah terlampau sulit bahkan untuk memulai berpikir tentang
membangun sebuah teori alamiah tentang evolusi makhluk hidup pertama
yang dapat berkembang biak." (2)

"Saya telah menjadi yakin bahwa sungguh mustahil makhluk hidup
pertama berevolusi dari benda mati dan kemudian berkembang menjadi
makhluk yang luar biasa rumitnya. " (3)

Penelitian DNA yang dikutip Anthony Flew sebagai alasan mendasar
perubahan pandangannya telah benar-benar mengungkap fakta-fakta
mengejutkan tentang penciptaan. Bentuk heliks (rantai ganda terpilin)
dari molekul DNA , kode genetik yang ada padanya, susunan nukleotida
yang menggugurkan teori kebetulan, kemampuan menyimpan sejumlah besar
informasi, dan banyak penemuan mengejutkan lainnya telah mengungkapkan
bahwa struktur dan fungsi-fungsi molekul ini dirancang bagi kehidupan
dengan rancangan khusus. Ulasan para ilmuwan yang menggeluti
penelitian DNA menjadi saksi atas fakta ini.

Contohnya adalah Francis Crick, salah seorang ilmuwan yang mengungkap
bentuk heliks DNA. Dihadapkan pada penemuan tentang DNA, Francis Crick
mengakui bahwa asal usul kehidupan mengisyaratkan sebuah keajaiban:

Seorang yang jujur, yang memiliki seluruh pengetahuan yang kini
tersedia di hadapan kita, hanya dapat menyatakan bahwa dalam beberapa
hal, asal usul kehidupan saat ini tampak hampir menyerupai sebuah
keajaiban, sungguh banyak kondisi yang harus dipenuhi agar hal
tersebut dapat terjadi. (4)

Berdasarkan perhitungannya, Led Adleman dari Universitas Southern
California di Los Angeles mengatakan bahwa satu gram DNA dapat
menampung informasi sebanyak satu triliun CD. (5) Gene Myers, seorang
ilmuwan yang dipekerjakan pada Human Genome Project (Proyek Genom
Manusia), mengatakan hal berikut ini ketika berhadapan dengan penataan
menakjubkan DNA yang ia saksikan:

"Apa yang sungguh mengejutkan saya adalah arsitektur kehidupan...
Sistemnya begitu teramat rumit. Sepertinya hal itu telah
dirancang...Ada kecerdasan mahahebat di sana." (6)

Fakta paling mengejutkan tentang DNA adalah bahwa keberadaan informasi
genetik yang terkodekan (berupa sandi) sudah pasti tidak dapat
dijelaskan dalam istilah materi dan energi atau hukum-hukum alamiah.
Dr. Werner Gitt, profesor di Institut Fisika dan Teknologi Federal
Jerman (the German Federal Institute of Physics and Technology),
mengatakan berikut ini seputar masalah tersebut:

Sebuah sistem pengkodean (sistem sandi) selalu merupakan hasil
dari suatu proses mental... Perlu ditegaskan bahwa materi saja tidak
mampu memunculkan kode apa pun. Seluruh pengalaman menunjukkan bahwa
dibutuhkan sebuah wujud yang mampu berpikir yang dengan kehendaknya
sendiri menggunakan kemauan bebasnya, kemampuan memperoleh
pengetahuan, dan kemampuan berkaryanya… Belum pernah ada hukum alamiah
yang dengannya materi dapat memunculkan informasi, belum pernah ada
pula proses fisika atau fenomena materi yang dapat melakukan hal ini. (7)

Para ilmuwan dan filsuf pendukung penciptaan berperan besar dalam
penerimaan perancangan cerdas (intelligent design) oleh Anthony Flew,
yang didukung oleh semua penemuan ini. Sebelumnya, Anthony Flew turut
serta dalam sejumlah debat dengan para ilmuwan dan filsuf yang
mendukung penciptaan, dan saling bertukar pikiran dengan mereka. Titik
balik dalam proses tersebut adalah sebuah diskusi yang diselenggarakan
oleh Lembaga Penelitian Metasaintifik (the Institute for
Metascientific Research) di Texas pada bulan Mei 2003. Anthony Flew
ikut serta bersama dengan pengarang Roy Abraham Varghese, pakar fisika
dan biologi molekuler asal Israel Gerald Schroeder, dan filsuf Katolik
Roma John Haldane. Anthony Flew terkesan oleh kuatnya bukti ilmiah
yang mendukung penciptaan dan karakter meyakinkan dari argumen-argumen
penentangnya, dan menanggalkan ateisme sebagai keyakinan setelah
diskusi itu. Dalam surat yang ia tulis kepada majalah Inggris,
Philosophy Now edisi Agustus-September 2003, ia memuji buku Schroeder
"The Hidden Face of God: Science Reveals the Ultimate Truth" (Wajah
Tersembunyi Tuhan: Ilmu Pengetahuan Menyingkap Kebenaran Hakiki) dan
buku Varghese "The Wonderful World" (Dunia Yang Menakjubkan). (8)
Selama wawancara dengan profesor filsafat dan teologi Gary R.
Habermas, yang juga berperan besar dalam merubah pandangannya (9), dan
dalam video "Has Science Discovered God?" (Sudahkah Ilmu Pengetahuan
Menemukan Tuhan?), ia secara terbuka menyatakan bahwa ia percaya pada
perancangan cerdas (intelligent design).

"Kecerdasan Meliputi Alam Semesta"dan Keruntuhan Ateisme

Di hadapan seluruh perkembangan ilmiah sebagaimana dipaparkan di atas,
pengakuan adanya perancangan cerdas (intelligent design) oleh Anthony
Flew, yang terkenal sebagai pembela ateisme selama bertahun-tahun,
mencerminkan sebuah pemandangan terakhir dalam proses keruntuhan yang
dialami ateisme. Ilmu pengetahuan modern telah menyingkap keberadaan
suatu "kecerdasan yang meliputi alam semesta", yang dengannya
menyingkirkan ateisme.

Dalam bukunya "The Hidden Face of God" (Wajah Tersembunyi Tuhan),
Gerald Schroeder, salah seorang ilmuwan pendukung penciptaan yang
berpengaruh dalam merubah keyakinan Anthony Flew, menulis:

"Sebuah kesadaran, kearifan universal, meliputi alam semesta.
Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan, khususnya yang meneliti sifat
quantum dari materi penyusun atom, telah menggiring kita mendekati
pemahaman yang mengejutkan: seluruh keberadaan adalah perwujudan dari
kearifan ini. Di laboratorium-laboratorium, kita mendapatinya sebagai
informasi yang pertama-tama secara fisik mewujud sebagai energi dan
kemudian terpadatkan hingga menjadi bentuk materi. Setiap partikel,
setiap wujud, dari atom hingga manusia, terlihat mewakili satu
tingkatan dari informasi, dari kearifan." (10)

Penelitian ilmiah terhadap cara kerja sel dan partikel-partikel
penyusun atom materi telah mengungkap fakta ini tanpa dapat dibantah:
Kehidupan dan alam semesta dimunculkan menjadi ada dari ketiadaan oleh
kehendak dari suatu wujud yang memiliki kecerdasan dan kearifan yang
mahatinggi.

Load disqus comments

0 komentar