Senin, 05 Januari 2009

Tidak ada kata NANTI....

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan

underwear.

Dia membuka bungkusan berbahan sutra "Ini, ......",

dia berkata,

" Bukan bungkusan yang asing lagi....."



Dia membuka kotak itu Dan memandang underwear berbahan

sutra serta kotaknya. "Istriku membeli ini ketika

pertama kali kami pergi ke New York,

Kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu.

Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi

mengenakannya.

Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk

kesempatan yang istimewa."



Dia melangkah ke dekat tempat tidur Dan meletakkan

bungkusan tersebut

Di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke

pemakaman.

Istrinya baru saja meninggal.

Dia menoleh padaku Dan berkata:

"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN

ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH

ISTIMEWA!"



Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya

mengubah hidupku.

Sekarang aku lebih banyak membaca Dan mengurangi
bersih-bersih.

Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun.

Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku

Dan mengurangi waktu bekerjaku.

Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber

pengalaman

Supaya bisa hidup, tidak semata-Mata supaya bisa

survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama

menyimpan sesuatu.

Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku

setiap Hari.

Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke

Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan

menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa,

aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya.

Kata-kata "Suatu Hari ....." Dan "Suatu saat

nanti....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan

melihat, mendengar Dan melakukan sesuatu ternyata bisa

menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau

melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku

itu apabila dia tahu

Dia tidak akan Ada di sana pagi berikutnya,

Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.



Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya

dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya

itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon

rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali

juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas

perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia

akan pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya

bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang

mungkin akan Kita sesali jika tak sempat Kita lakukan.

Kita akan menyesalinya, karena Kita tidak akan lebih

lama lagi melihat orang-orang yang Kita sayangi.





Aku teringat orang-orang yang aku kasihi

Aku akan menyesal Dan merasa sedih,

Jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat

mencintai mereka.

Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda

Atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa

Dan bisa membuatku menikmati hidup.

Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku

sendiri

Bahwa Hari ini adalah Hari yang istimewa bagiku.

Setiap Hari, setiap jam, setiap menit, adalah

istimewa.



Apabila kamu mendapatkan pesan ini,

Itu karena seseorang peduli padamu

Dan mungkin karena Ada seseorang yang seharusnya kamu

pedulikan.

Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini

kepada orang lain

Dan kamu berkata kepada dirimu sendiri

Bahwa kamu akan mengirimkannya "suatu saat nanti....."

Ingatlah bahwa " suatu saat nanti" itu sangat jauh.

Dan mungkin tidak akan pernah datang padamu....

Load disqus comments

0 komentar